Mandalo, 21 April 2026. Sebuah inisiatif inspiratif lahir dari kolaborasi antara UKM Mapala SIGINJAI UNJA sebagai organisasi pecinta alam memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan HIMDAG Diploma III Agrobisnis memiliki keahlian dalam bidang pertanian dan pengelolaan usaha tani. Kedua organisasi ini bersepakat melakukan kolaborasi untuk praktek pertanian organik. Kolaborasi kedua organisasi ini melahirkan gagasan strategis untuk mengubah lahan semak belukar menjadi lahan produktif pertanian organik.

Foto: Kondisi lahan semak belukar di sekitar Sekretariat Mapala Siginjai UNJA, HUMAS.
Pengolahan lahan dilakukan dengan traktor yang difasilitasi oleh Teaching Farm Fakultas Pertanian UNJA. Pengolahan lahan, untuk luas lahan 15 meter x 15 meter ini membutuhkan waktu selama satu jam.

Foto: Pengolahan lahan menggunakan traktor, HUMAS.
Setelah lahan dibersihkan, tim kolaborasi kemudian melakukan penataan lahan dengan membuat galangan-galangan, agar lahan siap ditanami. Pada areal lahan ini, terdapat dua puluh galangan yang semuanya akan dikelola bersama oleh UKM Mapala SIGINJAI UNJA dan Himpunan Mahasiswa Diploma III Agrobisnis.
Foto: Pembuatan galangan pada kebun kolaborasi, HUMAS.

Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa mampu menghadirkan solusi inovatif bagi lingkungan dan masyarakat. Lahan semak belukar yang dulunya terbengkalai kini siap menjadi kebun organik produktif, sekaligus laboratorium hidup bagi mahasiswa untuk belajar pertanian Berkelanjutan (HUMAS MAPALA SIGINJAI UNJA).
25 Komentar
ELY EZER PANJAITAN D1B025236 · 22 April 2026 pada 6:46 am
Kegiatan kolaborasi ini sangat positif karena menunjukkan kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan sekaligus memanfaatkan lahan terbengkalai menjadi area pertanian organik yang produktif. Sinergi antara UKM Mapala SIGINJAI UNJA dan HIMDAG Agrobisnis juga menjadi contoh nyata bahwa kerja sama antarorganisasi mampu menghasilkan program bermanfaat bagi kampus dan masyarakat. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain. Manusia kadang mengejutkan, ternyata kalau kompak bisa menghasilkan sesuatu selain drama organisasi.
aril saputra · 22 April 2026 pada 7:48 am
Program ini merupakan langkah yang sangat positif karena tidak hanya berfokus pada hasil pertanian, tetapi juga pada proses edukasi dan kesadaran lingkungan. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pertanian organik menunjukkan bahwa generasi muda mulai peduli terhadap isu keberlanjutan dan ketahanan pangan.
Selain itu, konsep kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat menjadi nilai tambah, karena menciptakan hubungan yang saling menguntungkan—mahasiswa mendapatkan pengalaman praktik, sementara masyarakat memperoleh pengetahuan baru tentang pertanian organik.
Kesia Putri Anggun Sidabutar · 25 April 2026 pada 10:47 pm
Kerenn banget kegiatan ini,di tunggu informasi pemanenannya abang² kakak²
indri · 22 April 2026 pada 4:08 pm
Keren banget gerakannya! Memang mahasiswa harus jadi solusi kayak gini. Dari semak belukar jadi kebun organik, ditunggu hasil panennya ya teman-teman!
Warmidi sinaga D1B025219 · 22 April 2026 pada 4:50 pm
Semoga mapala unja lebih maju kedepannya dan membawa pengaruh positif bagi semua orang
Rasya Rahma Aulia · 22 April 2026 pada 10:47 pm
Menurut saya tentang mapala siginjai tersebut sangat positif karena menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya belajar teori tetapi juga langsung ke lapangan untuk memberikan manfaat nyata. Kegiatan tersebut juga dapat menjadikan contoh bahwa generasi muda mampu membuat perubahan kecil yang berdampak besar bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya
Ade Risky Kurniawan · 25 April 2026 pada 6:50 pm
Kolaborasi antara Mapala dan mahasiswa Agrobisnis ini bukan hanya menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan, tapi juga memberi dampak nyata dengan mengubah lahan terbengkalai menjadi lahan produktif.
Novi yanti · 25 April 2026 pada 6:55 pm
Kegiatan ini sangat baik karena memanfaatkan lahan terbengkalai menjadi pertanian organik melalui kolaborasi mahasiswa. Selain produktif, juga berdampak positif bagi lingkungan. Namun, sebaiknya hindari pembakaran lahan agar tetap ramah lingkungan.
paris243 · 25 April 2026 pada 6:58 pm
Kegiatan pengolahan lahan yang dikerjain bareng-bareng secara terstruktur, mulai dari bersihin lahan sampai siap ditanami. Kelihatan juga pemanfaatan alat kayak traktor yang bikin kerja jadi lebih efisien. Secara keseluruhan, ini jadi contoh kolaborasi yang bagus dalam mengelola lahan biar lebih produktif dan bermanfaat.
Binsar Julianto F. Situmorang · 25 April 2026 pada 7:00 pm
Kegiatan ini menunjukkan langkah nyata yang patut diapresiasi. Transformasi lahan semak belukar menjadi lahan pertanian produktif bukan hanya mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga semangat kolaborasi dan penerapan ilmu yang konkret di lapangan. Ini adalah contoh bahwa mahasiswa tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata.
Ke depannya, kegiatan seperti ini bisa dikembangkan lebih lanjut, misalnya dengan memperluas area tanam, menambah variasi komoditas, atau mengintegrasikan teknologi pertanian yang lebih ramah lingkungan. Dokumentasi dan publikasi kegiatan juga penting agar bisa menginspirasi lebih banyak pihak untuk melakukan hal serupa.
Semoga inisiatif ini terus berlanjut dan menjadi pemicu lahirnya program-program inovatif lainnya yang berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Ely ezer panjaitan D1B025236 · 25 April 2026 pada 7:07 pm
Kegiatan kolaborasi ini terlihat sangat positif dan berdampak nyata. Dari lahan semak belukar yang kurang produktif bisa diubah menjadi kebun pertanian organik yang bermanfaat, ini menunjukkan kepedulian sekaligus kemampuan mahasiswa dalam mengelola lingkungan. Selain itu, adanya kerja sama antar organisasi juga menjadi nilai tambah karena memperkuat kebersamaan dan kontribusi nyata untuk masyarakat. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya.
nurdiana nita ramadhani · 25 April 2026 pada 7:08 pm
waww keren bangett
Indri Angelina · 25 April 2026 pada 7:08 pm
Keren banget gerakannya! Memang mahasiswa harus jadi solusi kayak gini. Dari semak belukar jadi kebun organik, ditunggu hasil panennya ya teman-teman!
nurdiana nita ramadhani · 25 April 2026 pada 7:09 pm
waww keren sekalii
Martha Br Pardosi · 25 April 2026 pada 7:10 pm
kerenn kakak abangg semangat selaluu
Deva saputri · 25 April 2026 pada 7:10 pm
Kegiatan ini bagus karena lahan yang kosong bisa dimanfaatkan menjadi kebun dan juga membantu mahasiswa belajar pertanian secara langsung.
Septi widia · 25 April 2026 pada 7:13 pm
Kolaborasi antara UKM Mapala SIGINJAI UNJA dan HIMDAG Diploma III Agrobisnis ini merupakan langkah yang strategis dalam mengimplementasikan konsep pertanian organik secara nyata. Dengan pembagian peran antara kepedulian lingkungan dan keahlian tata kelola usaha tani, proyek ini memiliki landasan yang jelas. Semoga dua puluh galangan yang telah disiapkan dapat dikelola secara konsisten hingga masa panen, sehingga lahan yang sebelumnya tidak terpakai ini benar-benar berfungsi sebagai sarana praktik yang berkelanjutan bagi mahasiswa.
Ana Novianti. R_ D1B025238 · 25 April 2026 pada 7:14 pm
keren kegiatannya, Mengubah lahan yang tadinya tidak terpakai jadi kebun organik itu ide yang bagus dan bermanfaat. Semoga kerja sama antara MAPALA dan HIMDAG ini bisa berjalan lancar terus, hasilnya bagus, dan bisa jadi contoh yang baik buat yang lain.
Ahista salwa auliya · 25 April 2026 pada 7:17 pm
Keren banget kegiatannya 👍 Kebun kolaborasi ini benar-benar menunjukkan kepedulian MAPALA SIGINJAI UNJA terhadap lingkungan dan pertanian berkelanjutan. Semoga ke depannya bisa terus dikembangkan dan memberi manfaat yang lebih luas 🌱
Reilvan Pratama · 25 April 2026 pada 7:21 pm
Keren banget Dari lahan semak belukar bisa diubah jadi lahan pertanian organik. Ini contoh nyata kepedulian terhadap lingkungan sekaligus inovasi di bidang pertanian 👏
Ratu Ainaya Nurfadila · 25 April 2026 pada 7:22 pm
keren banget karena nunjukin kalau mahasiswa nggak cuma belajar teori, tapi juga langsung praktik di lapangan. Kolaborasi kayak gini penting banget buat ngembangin pertanian organik yang lebih ramah lingkungan. Usaha mengubah lahan semak jadi lahan produktif juga patut diapresiasi. Semoga kegiatan seperti ini terus jalan dan bisa jadi contoh buat mahasiswa lain biar makin peduli sama pertanian dan lingkungan.
Annisa Imelgi Khoirani · 25 April 2026 pada 7:25 pm
Program yang inspiratif dan patut diapresiasi. Semoga bisa menjadi contoh bagi mahasiswa dan masyarakat dalam mengembangkan pertanian organik
Andi Winda Sapitri D1B025241 · 25 April 2026 pada 7:42 pm
kegiatan yang positif,bagus untuk membangun kerjasama yang baik, mengelola lahan yang sebelum nya semak belukar menjadi lahan minimalis yang bisa di tanam min ,sebuah ide yang menjadi alternatif untuk mengelola sesuatu,good job semua nya🙌
Glady Nayla · 25 April 2026 pada 7:42 pm
Menurut saya, kolaborasi ini merupakan langkah yang positif karena mampu mengubah lahan semak belukar menjadi lahan pertanian organik yang lebih produktif sekaligus memberi pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu dan menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan; ke depannya, program ini bisa ditingkatkan melalui perencanaan keberlanjutan dan dokumentasi yang lebih rinci agar manfaatnya terus berlanjut dan dapat menjadi contoh bagi pihak lain.
tino bahari · 25 April 2026 pada 7:42 pm
mapala siginjai adalah suatu organisasi yang sangat baik di universitas jambi yang dimana organisasi ini mengajarkan bahwasanya pentingnya kebersamaan kekeluargaan dan sikap saling tolong menolong