Mandalo, 21 April 2026. Sebuah inisiatif inspiratif lahir dari kolaborasi antara UKM Mapala SIGINJAI UNJA sebagai organisasi pecinta alam memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan HIMDAG Diploma III Agrobisnis memiliki keahlian dalam bidang pertanian dan pengelolaan usaha tani. Kedua organisasi ini bersepakat melakukan kolaborasi untuk praktek pertanian organik. Kolaborasi kedua organisasi ini melahirkan gagasan strategis untuk mengubah lahan semak belukar menjadi lahan produktif pertanian organik.

Foto: Kondisi lahan semak belukar di sekitar Sekretariat Mapala Siginjai UNJA, HUMAS.
Pengolahan lahan dilakukan dengan traktor yang difasilitasi oleh Teaching Farm Fakultas Pertanian UNJA. Pengolahan lahan, untuk luas lahan 15 meter x 15 meter ini membutuhkan waktu selama satu jam.

Foto: Pengolahan lahan menggunakan traktor, HUMAS.
Setelah lahan dibersihkan, tim kolaborasi kemudian melakukan penataan lahan dengan membuat galangan-galangan, agar lahan siap ditanami. Pada areal lahan ini, terdapat dua puluh galangan yang semuanya akan dikelola bersama oleh UKM Mapala SIGINJAI UNJA dan Himpunan Mahasiswa Diploma III Agrobisnis.
Foto: Pembuatan galangan pada kebun kolaborasi, HUMAS.

Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa mampu menghadirkan solusi inovatif bagi lingkungan dan masyarakat. Lahan semak belukar yang dulunya terbengkalai kini siap menjadi kebun organik produktif, sekaligus laboratorium hidup bagi mahasiswa untuk belajar pertanian Berkelanjutan (HUMAS MAPALA SIGINJAI UNJA).
0 Komentar