Temu Wicara Kenal Medan (TWKM) merupakan forum tertinggi Mahasiswa Pencinta Alam Tingkat Perguruan Tinggi Se-Indonesia. TWKM sebagai wadah komunikasi nasional, diharapkan  dapat menampung gagasan – gagasan pemikiran sebagai upaya pelestarian alam dan lingkungan hidup.  Mapala sebagai agent of change  sangat dibutuhkan perannya dalam menjaga keseimbangan pelestarian alam dan lingkungan hidup. Akan tetapi terlalu besarnya permasalahan yang sedang dialami oleh negara ini mahasiswa pencinta alam tidak dapat bergerak sendiri. Untuk itu terbentuklah TWKM sebagai Forum Nasional.

Eksistensi TWKM tidak terlepas dari kebutuhan para Mahasiswa Pencinta Alam untuk terus menjaga komunikasi guna menyelesaikan permasalahan yang dihadapi. Selain itu, semakin rusaknya lingkungan hidup dan terganggunya kelestarian akibat kesalahan pengolahan,  telah menjadikan TWKM sebagai forum yang tepat bagi Mahasiswa Pencinta Alam untuk mencari solusi guna menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup.

TWKM merupakan agenda tahunan bagi Mapala tingkat perguruan tinggi se-Indonesia. Kegiatan ini rutin dilaksanakan sejak dibentuk tahun 1988 di Universitas Negeri Yogyakarta. Tujuan dari diadakannya TWKM adalah :

  1. Menumbuhkan kesadaran, sikap kritis Mahasiswa Pencinta Alam terhadap permasalahan lingkungan.
  2. Meningkatkan peran serta Mahasiswa Pencinta Alam dalam permasalahan lingkungan dan organisasi kepencintaalaman.
  3. Meningkatkan wawasan dibidang kepencintaalaman.
  4. Mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
  5. Menumbuhkan persatuan, kesatuan dengan persaudaraan antara Mahasiswa Pencinta Alam sebagai implementasi dari Kode Etik Pencinta Alam Indonesia.
  6. Memberikan solusi yang nyata bagi permasalahan organisasi Mahasiswa Pencinta Alam, masyarakat dan bangsa.

Suasana acara pembukaan TWKM 26 Lampung

Sampai tahun 2014 TWKM telah dilaksanakan sebanyak 26 kali dengan tempat atau tuan rumah yang berbeda. Pada tahun 2014 TWKM diselenggarakan oleh MAPALA UNILA UNIVERSITAS LAMPUNG sebagai tuan rumah TWKM XXVI. Dengan mengusung mengusung tema “Peran Mapala di Perguruan Tinggi se-Indonesia Sebagai Inisiator dan Penggerak Tanggap Bencana Serta Peduli Lingkungan Hidup”.

Dengan Kegiatan :

1. Stadium General

Kegiatan Studium General adalah pembukaan yang akan dirangkai dengan kuliah umum dalam format seminar dengan menghadirkan para narasumber yang memiliki kompetensi, pengetahuan, dan pemahaman mendalam tentang penanggulangan bencana dan pengelolaan sumber daya alam di Indonesia umumnya, dan khususnya di Provinsi Lampung, guna memperkaya wawasan lingkungan bagi mahasiswa dalam upaya perlindungan, pelestarian dan pengelolaan lingkungan hidup sekaligus mengimplementasikan pengembangan kegiatan mahasiswa yang bertujuan meningkatkan daya nalar dan keilmuan mahasiswa

2. Temu Wicara

Temu Wicara merupakan ajang pertemuan tahunan para pimpinan Mahasiswa Pencinta Alam yang akan membahas kondisi internal dan eksternal organisasi sekaligus pembahasan isu strategis terkait persoalan lingkungan hidup dan pengelolaan bencana oleh seluruh organisasi pencinta alam tingkat perguruan tinggi se-Indonesia guna menyatukan persepsi dan gagasan dalam upaya memetakan solusi atas permasalahan lingkungan hidup dan pengelolaan bencana yang terjadi di setiap daerah di Indonesia. 

3. Kenal Medan

Kenal Medan yaitu pertemuan para anggota Mahasiswa Pencinta Alam dalam rangka pengembangan cakrawala ilmu kepencintaalaman dan pengembangan minat dan bakat melalui aktivitas olahraga alam bebas sekaligus sebagai instrumen dalam rangka menumbuhkan kepekaan sosial, kecintaan kepada tanah air dan lingkungan dalam diri Mapala. Kegiatan Kenal Medan ini juga bertujuan memperkenalkan dan mempromosikan potensi alam serta tempat-tempat wisata yang tersebar di Provinsi Lampung kepada masyarakat di luar Provinsi Lampung. Lokasi yang akan diperkenalkan mencakup Pendakian Gunung Pesagi (Kabupaten Lampung Barat), Penelusuran Gua Kali Maghnai (Kabupaten Pesisir Barat), Pemanjatan Tebing Margodadi (Kabupaten Pesawaran), Pengarungan Sungai Way Semoung (Kabupaten Tanggamus), serta Penyelaman bawah laut di Pulau Tegal (Kabupaten Pesawaran).

4. Bakti Sosial (Baksos)

Merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian Mahasiswa Pencinta Alam terhadap lingkungan dan masyarakat umum. Bakti sosial dilakukan lokasi masing – masing divisi.

Kegiatan ini diawali dengan Studium Generale/Kuliah Umum yang bertempat di Gedung Serba Guna Universitas Lampung yang dibuka oleh perwakilan Gubernur Lampung dan perwakilan Rektor Universitas Lampung. Hadir pula didalamnya perwakilan Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) dan Dr. Ir. Tachrir Fathoni, M.Sc. selaku Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kehutanan, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Beliau Menjelaskan kesinergian kegiatan Mapala dan pemerintah sangat diperlukan dalam upaya Tanggap Bencana dan Pelestarian Lingkungan Hidup. Banyaknya kejanggalan yang dilakukan para oknum di dalam Pemerintahan selaku decision maker dan eksekutor merupakan budaya Indonesia yang harus diubah. Karenanya Mapala selaku organisasi yang kegiatannya selaras dengan pemerintah dituntut untuk mengambil peran sebagai Agent Of Change dan Agent Of Control agar Indonesia kedepannya dapat menjadi negara berkualitas baik dalam segi SDA-nya maupun SDM-nya.

Pada pelaksanaan TWKM ini dihadiri oleh 197 Organisasi Pencinta Alam yang mewakili Perguruan Tinggi Se-Indonesia. Pada kesempatan ini, Mapala SIGINJAI Unja yang mewakili Universitas Jambi mengirim 4 orang delegasi guna menambah ilmu dan wawasan dalam ilmu kepencintaalaman. Dengan harapan terciptanya dan meningkatnya kerjasama antar Mahasiswa Pencinta Alam dengan pemerintah dan masyarakat umum dalam usaha pengelolaan Sumber Daya Alam serta memupuk dan rasa persatuan, kesatuan dan persaudaraan antar mahasiswa pencinta alam sebagai implementasi Kode Etik Pencinta Alam Indonesia dan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Delegasi dari Mapala SIGINJAI Unja yang mengikuti TWKM 26 Lampung

Delegasi dari Mapala SIGINJAI Unja (Universitas Jambi), yaitu :

No. NAMA NOMOR ANGGOTA DIVISI
1. Azri Gunedi SGJ 191 SNY Temu Wicara
2. Wildan Supriansyah SGJ 200 PTS Divisi Caving
3. Ronald Rinto Marpaung SGJ 204 PTS Divisi Rock Climbing
4. Viverani Desmera SGJ 145 TRB Divisi Diving

 

 

Oleh : Azri Gunedi (SGJ 191 SNY)

Kategori: TWKM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!