Jambi, Basecamp Mapala SIGINJAI Universitas Jambi, 19 Januari 2026. Tim Ekspedisi Anggota Muda Mapala SIGINJAI Universitas Jambi melakukan perjalanan menuju Danau Merah melalui Desa Tanjung Berugo, Kecamatan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin. Dalam perjalanan tersebut, mereka berhasil mendapati sejumlah flora dan fauna endemik yang tumbuh dan hidup di kawasan hutan tropis sekitar Gunung Masurai. Seperti Jamur beracun, ceri hutan …
Kegiatan Ekspedisi Anggota Muda ini dilaksanakan mulai tanggal 11 Januari 2026 hingga 15 Januari 2026. Danau Merah Gunung Masurai berada di dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Setiap aktivitas eksplorasi ini dijalankan di bawah prosedur ketat melalui pengurusan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI).
Ekspedisi ini diikuti dua orang Anggota Muda yang terdiri dari Pintauli Trivani BR Manalu, Vasco Windu Alghifari, dan di dampingi oleh Marsani salah satu Anggota Kehormatan Mapala SIGINJAI Unja. Kegiatan ini dilakukan karena Danau Merah yang terletak di kaki Gunung Masurai, Kabupaten Merangin, Jambi, menyimpan pesona alam yang berbeda dari danau-danau lain di sekitarnya, keunikan utama danau ini terletak pada warna airnya yang tampak kemerahan.

Keberangkatan tim Ekspedisi Anggota Muda Mapala SIGINJAI bersama Anggota Tetap dan Aggota Kehormatan, 11 Januari 2026. Foto: PUTRI REGINA/KJA.
Berdasarkan informasi yang di rilis situs https://biologyinsights.com, air danau dapat menjadi merah karena beberapa sebab: pertama, karena faktor biologis, seperti perkembang biakan alga yang yang sangat cepat, yang mengeluarkan pigmen warna merah; dan kemungkinan danau merah merupakan habitat dari bakteri (iron bacteria), yang membentuk endapan warna merah. Kedua, karena faktor kimia, seperti tingginya kandungan mineral besi dan suspense dari partikel lain seperti tanah liat, sedimen dan mineral lain. Sampai saat ini, belum ada penelitian secara mendalam tentang kondisi air di Danau Merah Gunung Masurai.
Pelaksanaan Ekspedisi Anggota Muda Mapala SIGINJAI Universitas Jambi bertujuan sebagai bagian dari masa orientasi yang wajib diikuti oleh calon anggota tetap. Kegiatan ini dirancang untuk mengimplementasikan serta mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan dasar kepecintaalaman yang telah diberikan pada tahap pembinaan sebelumnya. Selain itu, ekspedisi ini bertujuan untuk melakukan eksplorasi flora dan fauna di sepanjang jalur pendakian serta kawasan sekitar Danau Merah guna memperoleh data awal mengenai potensi keanekaragaman hayati di wilayah tersebut. Tujuan lainnya adalah melakukan pemetaan jalur wisata menuju Danau Merah melalui Desa Tanjung Berugo sebagai upaya penyediaan informasi jalur yang sistematis dan dapat dijadikan referensi untuk kegiatan wisata alam, penelitian, maupun ekspedisi lanjutan.
Pada tahun 2019, Anggota Muda Mapala SIGINJAI Universitas Jambi melakukan ekspedisi awal untuk membuka jalur pendakian menuju Danau Merah melalui Desa Sungai Lalang. Ekspedisi tersebut tidak berhasil diselesaikan karena menghadapi kondisi cuaca ekstrem berupa badai serta pertemuan dengan satwa liar berbahaya, yaitu harimau, sehingga tim terpaksa menghentikan kegiatan demi keselamatan peserta. Kegagalan ini menjadi pelajaran penting terkait perencanaan, mitigasi risiko, dan strategi pelaksanaan ekspedisi di lapangan.
Pada tahun 2020, generasi Anggota Muda yang berbeda melanjutkan upaya pembukaan jalur yang sebelumnya tertunda. Dengan persiapan lebih matang dan strategi yang diperbaharui, ekspedisi berhasil mencapai tujuan membuka jalur pendakian menuju Danau Merah via Desa Sungai Lalang.

Karantina Ekspedisi Anggota Muda MAPALA Signjai UNJA, sebelum keberangkatan, 10 Januari 2026. (Foto: PUTRI REGINA/KJA) Menjelang keberangkatan, tim ekspedisi menjalani sejumlah persiapan guna memastikan kesiapan fisik dan mental seluruh anggota. Persiapan tersebut meliputi latihan fisik yang dilaksanakan secara rutin untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta kemampuan menghadapi medan lapangan. Selain itu, tim juga menjalani masa karantina yang bertujuan untuk menjaga kondisi kesehatan peserta, meningkatkan kedisiplinan, serta memastikan koordinasi dan kesiapan logistik tetap terjaga. Setelah seluruh persiapan tersebut dilaksanakan, tim secara resmi diberangkatkan pada tanggal 10 Januari menuju lokasi ekspedisi. Keberangkatan ini menandai dimulainya rangkaian kegiatan Ekspedisi Anggota Muda yang akan menempuh jalur dari Desa Tanjung Berugo hingga kawasan Danau Merah. Keberhasilan Ekspedisi ini didukung oleh kerja sama lintas sektor, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten. Dukungan administratif dan teknis mengalir dari pemerintah desa Tanjung Berugo, Balai Besar Taman Nasiona Kerinci Seblat (BB TNKS). (PUTRI REGINA/KJA).
0 Komentar